hari jadi Sinjai

Berita  

Viral Pohon Pisang Raksasa di Arfak, Kini Malah Jadi Perhatian Kodim 1801/Manokwari

bukabaca.id, Papua Barat – Ada 16 jenis pisang yang banyak dikonsumsi masyarakat Papua dan Papua Barat. Tetapi ada pohon tanaman yang kini viral karena terkesan endemik, jenis pohon pisang musa ingens yang orang bilang pohon pisang raksasa. Hasil pengamatan menunjukkan pisang tersebut menjadi tanaman habitat asli di wilayah setempat.

Ketertarikan terhadap pohon pisang raksasa tersebut, Dandim1801/Manokwari, Kolonel Arm Airlangga memerintahkan tim untuk turun kelapangan dipimpin langsung Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1801/Manokwari, Letkol Inf Saheri didampingi Pabung Kabupaten Pegaf, Letkol Arm Safei, Pasilog, Mayor Inf Irwan Suwarna dan Plh Danramil 1801-05/Anggi, Letda Inf Pius Huik untuk mencoba membudidayakan tanaman endemik dilahan tidur kodim 1801/Manokwari.

Rumah Cantik Mutiara Land

Keberadaan pohon pisang asli Papua ditemukan di Kampung Kwau Distrik Mokwam Kabupaten Manokwari. Dikawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat. Tanaman pisang identik dengan tinggi pohon menjulang 25 meter hingga 30 meter.

Menurut warga, jenis pohon pisang Musa Ingens tersebut dikenal sebagai pohon pisang raksasa yang biasa tumbuh di hutan pegunungan tropis daerah Papua dengan ketinggian 1.500 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.

Zeth Wonggor salah satu warga pun membenarkan bahwa pisang raksasa itu merupakan tanaman endemik di Tanah Papua. Pisang jenis Musa Ingens, hanya tumbuh dan ditemukan di kampung Kwau dan wilayah Pegunungan Arfak.

“Pisang raksasa tumbuh diarea pada ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter dari atas permukaan laut rata-rata tingginya mencapai 25 hingga 30 meter sedangkan pisang biasa hanya tumbuh 2 hingga 5 meter dengan diameter kecil,” kata Wonggor. Selasa, (19/01/2021).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa Diameter pohon pisang raksasa itu mencapai dua meter, dengan panjang buahnya mencapai 18 centimeter dan berdiameter 3 hingga 4 centimeter.

Pisang raksasa tidak tumbuh berumpun atau tidak ada tunas yang muncul pada bonggolnya sangat jarang.

“Hal ini menyebabkan pisang raksasa ini sulit berkembang biak. Tak heran jika burung-burung senang memakan buahnya karena terdapat biji-bijian. Proses interaksi alamiah antara hewan dan pohon itu membantu menyebar tumbuhan pisang raksasa di Kwau dan Pegunungan Arfak,” ungkapnya.

“Terima kasih atas keberadaan Babinsa setempat yang selalu membantu menjaga kelestarian alam bersama masyarakat setempat,” tutup Wonggor.(Hrl/Dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.