Tindaklanjuti Hasil Temuan Selama Reses, Komisi II DPRD Selayar Lakukan Rapat dengan Dinas Pertanian

  • Bagikan

bukabaca.id, Kepulauan Selayar – Setelah melakukan reses untuk menyerap aspirasi di daerah pemilihannya, para anggota DPRD Komisi II Kabupaten Kepulauan Selayar menindaklanjuti hasil temuannya dengan melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar, di ruang rapat komisi II, Selasa (14/9/2021).

Dalam rapat kerja yang dihadiri oleh H. Andi Idris selaku Ketua Komisi II, Muh. Ardi selaku Sekretaris Komisi, H. Syamsurrijal Rahim, H. Yonder selaku anggota Komisi II, Ismail selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar didampingi oleh Sekretaris Dinas dan Kepala Bidangnya dengan agenda rapat membahas program pertanian tahun 2022 APBD terkait kebutuhan Kelompok Tani.

“Kami sudah melakukan reses dan banyak masyarakat yang mengeluh terutama di bidang pertanian. Maka dari itu kami segera melakukan tindak lanjut untuk memperjuangkan keluhan-keluhan masyarakat yang telah kami dengar secara langsung dengan mengadakan rapat ini dan mengundang Kepala Dinas Pertanian untuk kita sampaikan,” ungkap H. Andi Idris.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keluhan tersebut banyak mereka temui di wilayah Kecamatan Pasimasinggu dan Pasimasunggu Timur.

“Banyak hal yang mereka keluhkan, diantaranya adalah kelangkaan pupuk atau keterlambatan distribusi pupuk untuk persawahan di wilayah Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur,” imbuhnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Andi Idris, adalah mengenai alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang diupayakan dilakukan pemerataan diantara kelompok yang telah diberi bantuan.

“Karena biasanya penerima bantuan Alsintan seperti traktor itu hanya digunakan oleh ketua kelompok (tani) sementara anggota kelompok tidak kebagian, kalau bisa juga dilakukan workshop ke masyarakat untuk Alsintan dan combain atau mobil panen padi sudah ada di tahun 2022,” Lanjutnya.

Ia juga membeberkan bahwa kedepannya bakal dibangun penangkaran benih padi untuk menjawab problem kelangkaan benih bibit padi.

“Bibit benih padi juga terjadi kelangkaan makanya dari hasil rapat ini disepakati akan dibangun penangkaran pada sentra-sentra penghasil padi. Juga akan disepakati akan dibangun gudang pupuk di Jampea,” Jelasnya.

“Kemudian disepakati juga untuk saluran sekunder dan tersier di bendungan Mare-mare itu diupayakan pengairan bagaimana supaya bisa seperti Dodak yang panen 2 kali dalam setahun,” Bebernya.

Sebagai anggota dewan yang bertanggungjawab masalah perikanan, pertanian, kesehatan, sosial, perpustakaan, PPPA dan pendidikan H. Andi Idris mengatakan bahwa akan terus berupaya mengawal aspirasi masyarakat.

“Intinya ini adalah tindak lanjut daripada hasil temuan reses anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing,” Tegasnya.

Di akhir rapat tersebut, Ismail selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar mengatakan akan menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan beberapa poin yang telah disepakati.

“Apa yang menjadi saran dan masukan akan kami tindaklanjuti,” tutup Ismail.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *