banner 728x250

Opini  

Teriak Hoaks!! Silahkan Baca Hingga Tuntas

bukabaca.id – Merebaknya Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dimanfaatkan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. Mereka menyebarkan informasi yang kurang akurat bahkan berita bohong (hoaks) yang tentunya membumbui kepanikan publik di tengah banjirnya informasi yang mengulas Covid-19.

Teknologi yang begitu canggih juga sangat menunjang penyebaran informasi. Salah satunya melaui sosial media (Sosmed). Laporan We Are Social tahun 2020 disebutkan ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia dari total populasi Indonesia 272,1 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan 64% penduduk telah mengakses dunia maya. Dengan 160 juta pengguna aktif Sosmed.

Edukasi yang cukup agar warga (citizen) lebih bijak dalam menerima informasi, terlebih untuk meneruskan informasi yang kurang bahkan tidak jelas sumbernya.

Hal sederhana perlu diperhatikan bersama fakta dan aktual (Faktual) dari sebuah informasi. Lebih lagi untuk menilai hal tersebut maka indikatornya memenuhi 5W+1H. Memperhatikan apa kejadiannya, dimana kejadiannya, kapan kejadiannya, siapa yang terlibat, dan mengapa bisa terjadi serta mengapa bisa terjadi.

Pesan berantai yang disiarkan (dikirim) secara massal (broadcast) kerap singgah di kotak pesan (inbox) pengguna Sosmed. suatu hal yang sangat efektif menyebarkan informasi (berita) namun akan tidak baik jika hal tersebut dipergunakan untuk menyiarkan berita yang tidak faktual dan akurat.

Misalnya broadcast info seorang warga terjangkit Covid-19 mendadak terkapar tanpa identitas, sehingga dibagikan (share) ke berbagai Sosmed berupa ciri-ciri atau foto korban. Dengan harapan ada kenalan atau yang mengetahui identitas korban yang melihatnya dan memberikan kabar ke pihak keluarga korban.

Kejadiannya sudah berlalu satu minggu dan keluarga korban telah mengetahui dan menjemput (mengurus) korban untuk tindakan lebih lanjut. Berita tersebut baru saja masuk di kotak pesan Sosmed dan langsung membagikannya.

Tanpa menyadari info yang cukup menambah kepanikan itu telah usai, kembali terlihat dan memunculkan kepanikan lagi. Hal yang terkadang disepelekan namun sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental (Psikologi). Banjir info, baik itu dari sumber terpercaya atau tidak dapat menimbulkan stres. Efek fisik dan psikologi yang muncul dapat berupa rasa takut atau khawatir berlebih sehingga berdampak pada pola tindakan, lebih parahnya jika memperburuk pola kesehatan.

Sehingga sangat perlu memperhatikan sumber informasi, membahas soal kesehatan yang yang harus menjelaskannya tentu orang yang kompeten dalam ilmu kesehatan misalnya dokter. Membahas Pertanian yang layak memberikan penjelasan adalah petani atau orang yang memiliki kompetensi ilmu pertanian. Jika dua hal tersebut disilang bisa bikin salah kaprah, Dokter yang kesehariannya bergelut menangani pasien kemudian menjelaskan proses pertumbuhan jagung di daerah pegunungan, bukan sesuatu yang tidak mungkin namun tentu akan lebih meyakinkan jika seorang Dokter menjelaskan edukasi kesehatan atau penanganan tepat terhadap pasien.

Masyarakat jangan polos kita butuh yang logis, banyak yang menulis bagus juga cari fulus. Orang yang belajar luas pasti banyak jurus dan tidak fokus pada satu situs, mengupas ulasan sehingga bisa membuka lebih jelas yang dikemas dalam hoaks.

Penulis: Arman Jaya (Jurnalis bukabaca.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *