Pesantren Nur Inka Nusantara Madani Connecticut AS Gelar Salat Iduladha Perdana

  • Bagikan

bukabaca.id, Amerika Serikat – Dalam rangka merekatkan jalinan silaturahmi masyarakat Indonesia yang berdiaspora di Amerika Serikat, Pesantren Nur Inka Nusantara Madani Connecticut AS menggelar Shalat Idul Adha untuk pertama kalinya di halaman pesantren, Selasa (21/7/2021).

Perayaan Idul Adha kali ini cukup meriah, karena dihadiri sekitar 200 orang lebih masyarakat Indonesia yang berdomisili di beberapa negara bagian yang ada di Amerika seperti New York, Boston, Texas, Washington DC, Florida dan Phennsyilvania.

Sambil mengunjungi dan melepas kerinduan terhadap putra-putrinya yang melaksanakan kegiatan Summer Camp selama dua bulan di pesantren, orang tua santri juga berbaur dengan para guru, pembina pesantren dan peserta Global Leadership Program (GLP) for Ustadz sambil bercerita dan berbagi pengalaman hidup di negeri Paman Sam.

Di bawah terik matahari yang cukup cerah dan halaman pesantren yang hijau nan asri, pelaksanaan lebaran Idul Adha dimulai tepat pada jam 08.30. Sebelum Shalat Idul Adha digelar, Ustadz Muthahhir Arif selaku Pembina Pesantren menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua santri yang sangat antusias dan rela meluangkan waktunya untuk bergabung di pesantren ini sambil mengumumkan santri-santri yang berprestasi sebagai Best Students selama dua pekan digelarnya Summer Camp ini.

Salat Idul Adha dipimpin oleh Ustaz Syawal Mubarak-Imam Internasional yang telah mendapat kehormatan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) AS memimpin shalat Tarawih selama sebulan penuh di Mesjid Indonesia Washington DC. Dengan alunan lagu Jiharkah dan lekukan suara yang sangat merdu, membuat suasana lebaran semakin syahdu nan khusyu bahkan ada di antara jemaah yang meneteskan air mata.

Adapun yang bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Nur Fajri Ramadhan -Peserta GLP for Ustadz sekaligus mahasiswa Pascasarjana King Abdul Aziz University, Jeddah-. Dalam khutbahnya yang disampaikan dalam Bahasa Inggris, beliau menguraikan tentang toleransi beragama yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah saw dan dalam kesimpulan khutbahnya dikatakan bahwa seseorang tidak boleh sama sekali melakukan pemaksaan untuk memeluk agama Islam.

Setelah acara Iduladha digelar, para jamaah saling berjabat tangan dan melakukan foto bersama serta menikmati kuliner ala Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *