Pengeroyokan Berujung Maut, Jukir di Makassar Tewas Pasca Ditebas Sekelompok Pria

  • Bagikan

bukabaca.id, Makassar – Telah terjadi insiden pengeroyokan berujung maut, di sekitar Waduk Tunggu Pampang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Pasalnya, seorang juru parkir (jukir) berinisial S (18) tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok pria.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban awalnya dikeroyok oleh sekelompok orang yang mengendarai motor. Lalu satu diantaranya tiba-tiba langsung menebas badan korban dengan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Pasca menerima tebasan tersebut, korban S pun langsung jatuh tersungkur, bahkan dinyatakan meninggal dunia di lokasi terjadinya insiden tersebut.

Dalam hal ini, Kapolsek Manggala Kompol Supriady Idrus yang dikonfirmasi pun turut membenarkan terkait adanya kejadian tersebut. Menurutnya, jajaran Unit Reskrim Polsek Manggala, bersama Tim Jatanras dan Resmob Polda Sulsel telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.

“Sudah ada enam orang terduga pelaku diamankan Tim gabungan, dan sementara masih dalam pengembangan,” ujar Kompol Edy sapaan Supriady Idrus, Kamis (29/7/2021).

Lebih lanjut katanya, pelaku pengeroyokan dalam kasus tersebut diduga berjumlah lebih dari enam orang.

“Kemungkinan masih ada pelaku lainnya, kita tunggu hasil pengembangan teman-teman di lapangan,” ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya masih enggan menyebut identitas para pelaku lantaran masih dalam proses pengembangan.

Kompol Edy juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan sementara pelaku yang diamankan, kejadian tersebut terjadi bermula saat dua dari pelaku dihadang pengendara motor di lokasi kejadian.

Akibat penghadangan itu, dua dari pelaku terlibat perkelahian dengan pelaku penghadangan. Karena tidak puas usai melakukan perkelahian, ke dua pelaku lanjut Kompol Edy mengajak teman lainnya untuk melakukan aksi penyerangan.

Sambil membawa parang dan beberapa jenis senjata tajam lainnya, pelaku pun mendatangi lokasi saat ia dihadang.

“Tiba di TKP, para pelaku ini mendapati korban Callu seorang diri dan langsung dikejar hingga akhirnya dikeroyok di lokasi,” bebernya.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polrestabes Makassar Iptu Afhi Abrianto menjelaskan,
penangkapan terhadap para terduga pelaku tersebut dilakukan oleh tim gabungan Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulsel, dan Polsek Manggala.

Para terduga pelaku itu, lanjutnya, dibekuk di lokasi berbeda-beda di Kota Makassar pada Kamis (29/7/2021) dini hari, setelah pihaknya menerima informasi penyerangan yang menyebabkan korban meninggal dunia di sekitar kawasan Waduk Antang, pada Rabu (26/7) petang.

Berdasarkan interogasi, kedua pelaku utama yang dibekuk ini berperan membacok korban dan satunya lagi melempari korban dengan batu. Akibat peristiwa itu, korban diketahui meninggal dunia di lokasi.

“Untuk kedua orang itu, yang tersangka pertama melakukan memarang ke daerah wajah dari korban dan yang kedua melempari korban dengan batu. Pada akhirnya korban meninggal dunia di tempat. Korban hanya satu orang,” kata Afhi.

Penyerangan terhadap korban ini diakui para pelaku lantaran mereka dendam. Pasalnya, sebelum kejadian itu, rekan-rekan korban dituding mengeroyok salah satu rekan pelaku.

“Motifnya saat kami interogasi dari tersangka yang kami amankan bahwa sebelumnya tersangka ini merasa diserang dari teman-teman korban, sehingga segerombolan tersangka menyerang balik si korban yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Afhi.

Selain membekuk para terduga pelaku, anggota juga turut melakukan penyitaan barang bukti berupa sepeda motor dan senjata tajam pelaku.

“Barang bukti yang diamankan sejumlah motor, lalu ada 3 buah senjata tajam berupa 1 parang dan 2 badik,” tutur Afhi.

Hingga kini, anggota pun masih terus mengejar rekan-rekan pelaku yang berjumlah belasan orang saat melakukan penyerangan. Polisi juga telah mengantongi identitas pelaku berdasarkan hasil interogasi dari rekan pelaku yang tertangkap.

“Proses lebih lanjut dalam pengembangan untuk mencari tersangka yang lain yang telah disebut tersangka yang sudah kami amankan,” tutupnya. (*)Pengeroyokan Berujung Maut, Jukir di Makassar Tewas Pasca Ditebas Sekelompok Pria bukabaca.id, Makassar – Telah terjadi insiden pengeroyokan berujung maut, di sekitar Waduk Tunggu Pampang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Pasalnya, seorang juru parkir (jukir) berinisial S (18) tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok pria. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban awalnya dikeroyok oleh sekelompok orang yang mengendarai motor. Lalu satu diantaranya tiba-tiba langsung menebas badan korban dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Pasca menerima tebasan tersebut, korban S pun langsung jatuh tersungkur, bahkan dinyatakan meninggal dunia di lokasi terjadinya insiden tersebut. Dalam hal ini, Kapolsek Manggala Kompol Supriady Idrus yang dikonfirmasi pun turut membenarkan terkait adanya kejadian tersebut. Menurutnya, jajaran Unit Reskrim Polsek Manggala, bersama Tim Jatanras dan Resmob Polda Sulsel telah mengamankan sejumlah terduga pelaku. “Sudah ada enam orang terduga pelaku diamankan Tim gabungan, dan sementara masih dalam pengembangan,” ujar Kompol Edy sapaan Supriady Idrus, Kamis (29/7/2021). Lebih lanjut katanya, pelaku pengeroyokan dalam kasus tersebut diduga berjumlah lebih dari enam orang. “Kemungkinan masih ada pelaku lainnya, kita tunggu hasil pengembangan teman-teman di lapangan,” ujarnya. Hingga saat ini pihaknya masih enggan menyebut identitas para pelaku lantaran masih dalam proses pengembangan. Kompol Edy juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan sementara pelaku yang diamankan, kejadian tersebut terjadi bermula saat dua dari pelaku dihadang pengendara motor di lokasi kejadian. Akibat penghadangan itu, dua dari pelaku terlibat perkelahian dengan pelaku penghadangan. Karena tidak puas usai melakukan perkelahian, ke dua pelaku lanjut Kompol Edy mengajak teman lainnya untuk melakukan aksi penyerangan. Sambil membawa parang dan beberapa jenis senjata tajam lainnya, pelaku pun mendatangi lokasi saat ia dihadang. “Tiba di TKP, para pelaku ini mendapati korban Callu seorang diri dan langsung dikejar hingga akhirnya dikeroyok di lokasi,” bebernya. Sementara itu, Kanit Jatanras Polrestabes Makassar Iptu Afhi Abrianto menjelaskan, penangkapan terhadap para terduga pelaku tersebut dilakukan oleh tim gabungan Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulsel, dan Polsek Manggala. Para terduga pelaku itu, lanjutnya, dibekuk di lokasi berbeda-beda di Kota Makassar pada Kamis (29/7/2021) dini hari, setelah pihaknya menerima informasi penyerangan yang menyebabkan korban meninggal dunia di sekitar kawasan Waduk Antang, pada Rabu (26/7) petang. Berdasarkan interogasi, kedua pelaku utama yang dibekuk ini berperan membacok korban dan satunya lagi melempari korban dengan batu. Akibat peristiwa itu, korban diketahui meninggal dunia di lokasi. “Untuk kedua orang itu, yang tersangka pertama melakukan memarang ke daerah wajah dari korban dan yang kedua melempari korban dengan batu. Pada akhirnya korban meninggal dunia di tempat. Korban hanya satu orang,” kata Afhi. Penyerangan terhadap korban ini diakui para pelaku lantaran mereka dendam. Pasalnya, sebelum kejadian itu, rekan-rekan korban dituding mengeroyok salah satu rekan pelaku. “Motifnya saat kami interogasi dari tersangka yang kami amankan bahwa sebelumnya tersangka ini merasa diserang dari teman-teman korban, sehingga segerombolan tersangka menyerang balik si korban yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Afhi. Selain membekuk para terduga pelaku, anggota juga turut melakukan penyitaan barang bukti berupa sepeda motor dan senjata tajam pelaku. “Barang bukti yang diamankan sejumlah motor, lalu ada 3 buah senjata tajam berupa 1 parang dan 2 badik,” tutur Afhi. Hingga kini, anggota pun masih terus mengejar rekan-rekan pelaku yang berjumlah belasan orang saat melakukan penyerangan. Polisi juga telah mengantongi identitas pelaku berdasarkan hasil interogasi dari rekan pelaku yang tertangkap. “Proses lebih lanjut dalam pengembangan untuk mencari tersangka yang lain yang telah disebut tersangka yang sudah kami amankan,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *