Menag RI Periode 2014-2019 Jadi Pemateri pada Kajian Moderasi Beragama di UIN Alauddin

  • Bagikan
Gambar: Menag RI Periode 2014-2019 Jadi Pemateri pada Kajian Moderasi Beragama di UIN ALauddin.(ist)

bukabaca.id, Makassar – Demi memperkuat moderasi beragama dalam lingkungan UIN Alauddin, Civitas Akademi melakukan sebuah kajian dengan mendatangkan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) periode 2014-2019, H. Lukman Hakim Saifuddin sebagai pemateri.

Kegiatan kajian tersebut diselenggarakan secara langsung (tatap muka), di Sultan Alauddin Hotel & Convention Makassar, Senin (15/3/2021).

Dalam pengantarnya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhanis mengatakan bahwa dirinya sangat bangga atas kedatangan Menag RI bisa menyempatkan waktunya untuk bersilaturahmi dan membagikan ilmunya kepada segenap civitas akademika kampus.

“Saya bangga dan sangat mengapresiasi atas kesudian Pak Menag RI untuk datang menginjakkan kaki untuk membagikan ilmunya kepada kita semua (civitas akademika),” ujar Prof Hamdan dengan mengekspresikan rasa kebahagiaannya.

Tak hanya itu, ia pun mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai gaya H. Lukman Hakim saat berbicara. Karena menurutnya, diksi-diksi yang diungkapkan sangatlah indah dan begitu berarti.

“Yang paling saya suka dari Pak Menag itu diksinya. Setiap diksi yang dikeluarkan pasti selalu bermakna. Dan sekarang mari kita dengar, akan ada diksi-diksi indah yang akan tertuang,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya Menag RI juga sangat mengapresiasi atas kesukarelaan pihak UIN Alauddin Makassar yang telah mengundangnya untuk menjadi pemateri dalam kajian moderasi beragama.

“Saya sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi atas kesempatan yang diberikan, diundang untuk menjadi pemateri dalam kajian moderasi beragama,” ujarnya.

Dalam pemaparan materinya, H. Lukman sedikit menyinggung terkait kesalahan dalam memperspektifkan arti dari moderasi beragama.

“Terkadang orang salah memahami. Banyak yang memahami bahwa, moderasi beragama berarti mengubah islam dalam diri, padahal itu salah. Yang benar adalah bukan Islam-nya yang diperbaiki, tetapi caranya dalam beragamalah yang harus diperbaiki,” papar Menag RI Periode 2014-2019.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, Ketua & Sekretariat Lembaga, Wakor & Sekretaris Kopertais Wilayah III, Wadek Fakultas, Wadir Pascasarjana, Ketua & Sekretaris SPI, Kepala Pusat Lembaga, Kepala & Sekretaris KPKE, Direktur & Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, serta Ketua Internasional dalam Lingkup UIN Allauddin Makassar.

Sekadar diketahui, meskipun kegiatan dilakukan secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19, namun seluruh peserta tetap mematuhi protokol kesehatan.(Dev)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *