Kejahatan Lingkungan, Ketua Balai Gakkum Sulsel Sebut Pemerintah Aktor Transnasional

  • Bagikan
Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dodi Kurniawan, hadir sebagai narasumber di Komando Armada II Pangkalan Utama TNI AL VI.
Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dodi Kurniawan, hadir sebagai narasumber di Komando Armada II Pangkalan Utama TNI AL VI.

bukabaca.id, Makassar – Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dodi Kurniawan,  hadir sebagai narasumber di Komando Armada II Pangkalan Utama TNI AL VI, perihal Permohonan Narasumber pada Program Latihan Keamanan laut dan penyumpahan Perwira penyidik tindak pidana tertentu di laut. Selasa, (15/09/2020).

Acara yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini, berlangsung di Gedung Sultan Hasanuddin Mako Lantamal VI, Jalan Yos Sudarso Nomor 308 Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Dodi Kurniawan permasalahan lingkungan hidup meliputi pencemaran lingkungan baik air, udara dan tanah.

“Adapun penyebab permasalahan lingkungan hidup dari pertambangan energi dan migas, industri, perkebunan, pertanian, permasalahan berikutnya jasa, baik itu Rumah Sakit, Pengolah Limbah B3, transportasi. Ekspor dan impor limbah B3. Permasalahan lingkungan hidup ini merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime,” terang Dodi Kurniawan Kepala Balai Gakkum.

Lebih jauh dijelaskan, tipologi dan dampak kerusakan yakni kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan antara lain, perambahan kawasan hutan, pembakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, kejahatan kehidupan liar, perusakan lingkungan, pencemaran limbah B3 dan sampah B3, pencemaran industri.

“Kejahatan lingkungan tersebut menyebabkan banjir seperti di Luwu Utara hingga menewaskan puluhan jiwa, banjir di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng, disusul banjir longsor di jalan poros Toraja-Palopo,” terang Dodi.

Dodi mengatakan Ditjen Gakkum KLHK dan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi harus berurusan dengan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime), karena tipologi kejahatan yang bervariasi, modus operandi yang kompleks serta dilakukan oleh multi aktor.

“Dampak yang ditimbulkan menyebabkan kerugian yang sangat besar terjadinya krisis ekologi berupa bencana banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, mengurangi pendapatan negara secara signifikan, mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga dibutuhkan penanganan yang luar biasa,” tandas Kepala Balai dihadapan peserta pelatihan keamanan laut dan penyumpahan Perwira penyidik tindak pidana tertentu di laut.

Ia menambahkan, aktor kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan baik itu individu, kelompok terorganisasi, korporasi, Aparat Negara dalam hal ini pemerintah itu sendiri juga aktor transnasional.

“Kejahatan terkait berupa korupsi, pencucian uang, penggelapan pajak,” singkatnya.

Tipologi kasus kejahatan lingkungan, kejahatan Tanaman dan Satwa Liar (TSL), kerusakan lingkungan, Limbah dan sampah B3, pencemaran lingkungan, perambahan kawasan hutan, pembakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, pertambangan dan perkebunan liar.

“Modus operandi ini berupa mobilisasi kelompok masyarakat, pembentukan kelompok, penerbitan SKT jual beli SKT, dokumen palsu, perizinan alih fungsi lahan tanpa izin,” papar Dodi.

Sedangkan modus operandi transaksi TSL berupa dokumen palsu, menyembunyikan atau mencampur spesimen dalam wadah atau barang biasanya dalam frozen fish. (Arman Jaya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *