banner 728x250

Berita  

Kasus Perzinahan Polsek Bantaeng, Tak ada Penahanan Picu Kemarahan Suami (J)

bukabaca.id, Bantaeng – Kasus perzinahan yang melibatkan salah seorang anggota Polsek Pajukukang, Kabupaten Bantaeng memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Bantaeng Rabu, (11/03/2020).

Anggota Polsek (BA) dengan Ibu Rumah Tangga yang berinisial (J) melakukan tindakan terlarang yang memicu kemarahan suami (J) saat sidang perdana dilaksanakan. Bahkan, suami J dan keluarga dari Desa Papan Loe yang hadir di pengadilan Negeri Bantaeng mengamuk lantaran pihak kejaksaan tidak menahan Pelaku perzinahan.

“Saya minta dengan tegas agar aparat kepolisian atau kejaksaan kembali menahan itu oknum Polisi pezinah itu, dan juga J harus ditahan, kalah nanti tidak dilakukan penahanan maka jangan salahkan kami kalah nantinya kami temukan dan membunuh mereka, karena ini menyangkut masalah harga diri keluarga kami yang menjunjung tinggi adat istiadat di Kabupaten Bantaeng ini,” ucap S dengan nada emosi.

Teriakan depan Pengadilan Negeri Bantaeng tidak mendapat respon dari pihak pengadilan, S bersama keluarganya mendatangi kantor Kejari Bantaeng.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng Johan Iswahyudi kepada keluarga (j) mengatakan pihaknya tidak punya kewenangan menahan tersangka perzinahan sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan tetap.

“Maaf, berdasarkan KUHPidana kami tidak berhak untuk menahan terdakwa sebelum ada pututusan pengadilan yang berkekuatan tetap”. Ucap Johan Iswahyudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *