Jelang Idulfitri Harga Sembako Semakin Melonjak, Pemda Maros Buka Pasar Murah

  • Bagikan

bukabaca.id, Maros – Pemerintah Daerah Kabupaten Maros melalui Dinas Pertanian membuka langsung agenda pasar murah yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat Maros. Agenda pasar murah tersebut digelar sejak Rabu, (5/5/2021).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di pelataran kantor Dinas Pertanian, jalan D.R Ratulangi, Kelurahan Baju Bodoa, Kabupaten Maros, dengan mematuhi protokol kesehatan.

Terlihat antusias masyarakat yang menghadiri pasar murah, dikarenakan pihak penyelenggara telah menyediakan sebanyak 30 stand yang menjual berbagai kebutuhan pangan.

Saat kegiatan berlangsung, turut hadir Bupati Kabupaten Maros. H.A.S Chaidir Syam bersama unsur Forkopimda. Ia membeberkan bahwa maksud digelarnya pasar murah agar kiranya peningkatan sumber daya manusia serta pengembangan ekonomi kreatif ditengah masyarakat semakin mampu mendorong nilai pertumbuhan ekonomi.

Gambar: Bupati Maros, Chaidir Syam Buka Pasar Murah, Rabu (5/5/2021).

“Pasar murah ini dilaksanakan agar menjaga stabilitas harga dipasaran, apalagi kita ketahui bersama bahwa saat menjelang perayaan Idul Fitri harga pangan dan sembako naik secara signifikan,” jelas Chaidir Syam.

Selain itu, pihak pemerintah daerah Kabupaten Maros juga megupayakan agar kiranya kedepan pasar-pasar murah akan semakin rutin digelar, apalagi melihat dengan adanya pasar seperti ini akan mampu meningkatkan ekonomi kreatif dan pemberdayaan terhadap masyarakat.

Pihak penyelenggara juga mematok harga beras Rp42 ribu/5 kg, Bawang putih Rp26 ribu/kg, Bawang merah Rp27 ribu/kg, Kacang Rp28 ribu/kg, Minyak Rp29.5 ribu/kg, Gula pasir Rp12.5 ribu/kg, jamur Rp50 ribu/kg, lombok Rp18 ribu/kg, tomat Rp10 ribu/kg, dan telur Rp41/rak.

“Semoga dengan adanya pasar murah ini mampu menekan apalagi pada masa Pandemi Covid-19 ini, apalagi upaya ini menjadi peningkatan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Maros. Alfian Amri menambahkan bahwa harga yang dipasang diupayakan agar dibawah harga pasar pada umumnya.

“Seumpama harga telur dipasaran seharga Rp41 ribu, namun di sini menjadi Rp38 ribu. Selain itu di sini kami juga datangkan produk-produk dari 14 kecamatan yang ada, semoga dengan adanya itu semua mampu menjadi produk unggulan,” tutupnya. (Gtr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *