Diduga Terjadi Indikasi Suap, AMPHN Gelar Aksi Demonstrasi Damai di Kantor Pengadilan Sulsel

oleh -

bukabaca.id, Makassar – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Nusantara (AMPHN) menggelar aksi demonstrasi damai, di depan Kantor Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan. Sabtu, (16/1/2021).

Hal tersebut dilakukan dikarenakan adanya Pengajuan Banding yang diajukan oleh terdakwa Isman Lewa terkait putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor : 1228/Pid.B/2020/PN.Mks. Yang didalamnya telah menyatakan bahwa Isman Lewa bersalah dengan jeratan pasal 266 KUHP jo. Pasal 55- 56 KUHP.

Sebelum diputuskan oleh Pengadilan Negeri Makassar, terdakwa Isman Lewa juga sudah pernah terlibat dalam perkara hukum dan subjek hukumnya sama. Akan tetapi dengan objek hibah yang berbeda. Oleh putusan Mahkamah Agung RI sebagai terpidana dan menjalani hukuman 18 bulan kurungan.

Jendral Lapangan (Jendlap) aksi, Adi mengatakan bahwa tidak sepantasnya Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Makassar berkehendak untuk mengabulkan pengajuan banding dari terdakwa Isman Lewa.

“Yang bersangkutan dalam tindak pidana sebelumnya sudah pernah diputuskan oleh MA (Mahkamah Agung) dan dijerat pasal 266 KUHP pidana, maka ini yang menjadi Yurisprudensi terhadap Perkara yang sedang ditangani oleh Pengadilan Tinggi Makassar sekarang,” jelas Adi.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Pengadilan Tinggi Provinsi Sulsel berlangsung kurang lebih 30 menit lamanya.

Dan akhirnya pelaku aksi pun ditemui oleh Wakil ketua Pengadilan Tinggi Propinsi Sulawesi Selatan, Nasaruddin Tappo. Dirinya menyatakan bahwa untuk sementara ini pihaknya masih mempelajari kasus dari terdakwa Isman Lewa Terkait tindak pidana yang dijerat pasal 266 KUHP.

Tak hanya itu, dirinya pun mengatakan tidak mau diintervensi, sementara isu yang beredar telah ada pihak yang mengintervensi dalam rangka pengajuan banding tersebut. Dan diduga telah terjadi indikasi suap yang dapat mempengaruhi keputusan Hakim Pengadilan Tinggi.

Sebelum massa membubarkan diri, Adi selaku Jendral Lapangan menegaskan bahwa akan kembali melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar apabila keputusan dari pihak Pengadilan Tinggi tidak mencerminkan nilai-nilai keadilan.(Arman)

banner 300250