hari jadi sulsel

Demi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kawasan DAS, BPPW Sulsel Kunjungi Pemkab Gowa

  • Bagikan

bukabaca.id, Gowa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyambut baik program peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang di wilayah Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menerima kunjungan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan di rumah jabatannya, Senin (6/9/2021).

Tak hanya itu saja, bahkan Adnan Purichta Ichsan juga mengaku siap untuk mendukung program tersebut. Pihaknya juga berharap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah kawasan DAS Jeneberang ini bisa selesai pada Maret 2022 mendatang.

“Saya berharap setelah ini ada pertemuan lanjutannya untuk memaparkan ulang program ini. Agar kita sampaikan apa yang bisa pemerintah dukung dan kolaborasikan,” harap Adnan.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Wilayah Sulawesi Selatan, Abdul Malik menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Dirinya juga berharap program ini bisa cepat selesai sesuai dengan target dan harapan Bupati Gowa.

“Kita sudah sampaikan kepada pihak pelaksana supaya bisa melakukan percepatan. Kalau bisa sebelum tanggal 9 Maret 2022 mendatang sudah selesai,” ujarnya.

Berdasarkan perencanaan empat kegiatan mayor dalam program ini, yaitu pekerjaan jalan beton itu sepanjang 2 km, kemudian pekerjaan drainase 2,2 km, pekerjaan pedestarian sepanjang 524 m dan  pekerjaan ruang terbuka hijau yaitu 1,14 hektar dengan pagu anggaran Rp20,8 miliar.

“Hari ini kita melakukan peninjauan di lapangan. Jadi kita mengidentifikasi awal pekerjaan dan kita targetkan selesai Maret 2022,” tambahnya

Turut mendampingi Bupati Gowa, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin, Lurah Tompobalang Kecamatan Somba Opu, Rivan Maulana, Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Nurliah Ruma dan Koordinator Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sumber Daya Air Sulsel, Kaharuddin Muji.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *