Alasan Daging Kambing di Penjual Sate Selalu Digantung, Penasaran?

Sate kambing
Ilustrasi.

BukaBaca.id- Bagi kamu penyuka daging kambing, pasti sering mendatangi warung atau kedai sate/ tongseng/ gulai kambing. Biasanya, di bagian depan terdapat dinding kaca, lalu terlihat deretan daging kambing yang digantung.

Banyak yang mengira kalau digantungnya daging hanya untuk menarik pembeli, atau memberi tahu kalau kedai menggunakan daging segar. Sebenarnya tak hanya itu, tapi ada banyak alasan lainnya.

Chef Harry Nugraha, seorang ahli masak profesional, lewat akun Instagramnya @chefharrynugraha, mengungkap penyebab daging kambing selalu digantung. Penasaran?

1. Otot daging jadi rileks
Binatang apa pun yang disembelih, ototnya akan mengencang setelah mati, termasuk kambing. Jika langsung diolah, maka tidak enak disantap. Otot yang kencang membuat daging kambing jadi keras. Nah, untuk merelaksasi otot tersebut, caranya adalah dengan menggantung selama beberapa waktu, baru kemudian diolah.

 2. Tak menempel dan kurangi kadar air

Kambing jika dicekoki banyak air maka dagingnya akan sangat berair. Biasanya disebut daging gelonggongan. Dengan digantung, bisa dikurangi kadar airnya dan langsung mengalir lebih cepat, sehingga tidak menempel di permukaan.

3. Perkuat rasa dan tekstur daging
Dengan digantung, protein dalam daging kambing akan mendapat paparan oksigen, hal ini akan memperkuat rasanya. Tekstur daging juga jadi lebih empuk, karena ototnya sudah rileks dan kadar air berkurang banyak. Saat diolah dengan cara apapun, rasa dan teksturnya pun jadi lebih nikmat. (Mutia Nugraheni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *